Mamuju Utara Akan Seperti Brunai Darusalam

Hmm.. nyelam-nyelam dapat artikel tentang kabupaten Mamuju Utara (Matra). Dapat di Jakartapress.com, postingan sekitar 2-3 bulan yang lalu. Na’am, langsung saja..

Mamuju Utara – Kabupaten Mamuju Utara sebagai daerah termuda di Provinsi Sulawesi Barat, ternyata menyimpan kekayaan yang luar biasa. Khususnya hasil bumi perkebunan diatas bumi, terlebih tambang yang ada di perut bumi bagi daerah pecahan Mamuju itu, semuanya sangat menjanjikan.

Di akhir tahun 2009, Matra akan memulai pengeboran minyak bumi di empat sumur minyak yang berada di wilayah Mamuju Utara. di antaranya Blok Pasangkayu, Blok Surumana di Sarjo, Blok Kuma di Sarudu, ketiganya berada di daerah pantai, sedangkan satu blok lagi berada didaratan Sarudu-Baras. Hal ini disampaikan Bupati Mamuju Utara Ir. H. Abdullah Rasyid, MM di hadapan mahasiswa saat buka puasa di Hipma Matra, Makassar , beberapa waktu lalu.

Menurut H. Abdullah Rasyid, kalau pengeboran minyak nanti sukses di pastikan daerah Matra akan lebih makmur dan masyarakatnya bakal sejahtera nanti. “Mamuju Utara bakal menjadi seperti Negara makmur, Brunei Darussalam,” terang H. Abdullah Rasyid.

Untuk keempat sumur minyak yang akan dikelola Perusahaan raksasa dari Amerika, diantaranya PT. Marathon International di Blok Pasangkayu Kab, PT. Exxion Mobile di Blok Surumana (Kec. Sarjo Kb. Matra, Sulbar – Kab. Donggala Sulteng) serta PT. Conoco Philips mengerjakan Blok Kuma di Kec. Sarudu Kab. Matra. Selain sumur minyak di darat yang terletak di Kec. Sarudu – Kec. Baras.

Rencana segera pengeboran minyak di sudah sangat menjanjikan kesejahteraan masyarakat di daerah Matra “Satu sumur minyak saja yang berhasil di Mamuju Utara, sudah luar biasa, apalagi jika keempat sumur minyak itu berhasil dikelola dengan baik dan sukses nantinya, ungkap H. Abdullah Rasyid.

“Kalau tidak menjanjikan hasil minyaknya di perut bumi Mamuju Utara, tidak mungkin pihak Perusahaan-perusahaan asing itu mau mengontrak rumah hingga Rp2 miliar,” terang H. Abdullah Rasyid.

Terlebih lagi, tambang batu bara dan tambang emas juga sudah ditemukan di wilayah Kabupaten Mamuju Utara.

Untuk tambang minyak akan segera dilaksanakan perusahaan raksasa dari Negara Paman Sam itu. Berikut, tambang emas dan tambang batubara juga akan segera berproduksi.

Sementara ini, Kabupaten termuda dari Sulawesi Barat masih banyak yang perlu dibenahi dari berbagai lini. Tapi sejak lima tahun lebih memisahkan diri dari induknya Mamuju, Kabupaten yang dinahkodai Ir. H. Abdullah Rasyid, MM yang berpasangan Ir. H. Agus Ambo Djiwa, MP, dinilai cukup pesat kemajuannya, meski masih juga terdapat beberapa kekurangannya.

Hal ini diakui H. Abdullah Rasyid yang sementara menyelesaikan Studi Strata Tiga (S3) di bidang Pertanian Unhas, terus membuka terobosan baru untuk mengejar ketinggalan Matra dari daerah lainnya yang lebih awal membangun.

Tapi dari APBD Kab Matra sendiri belum mampu menanggung beban yang tidak sedikit itu.

Mesiki di usia Matra yang terbilang belia ( lima tahun lebih), pihak pemerintah terus meminimalkan ketertinggalannya, dengan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang berpenghasilan rata-rata minimal.

Perhatian pemerintah setempat selama ini, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pengurusan gratis untuk KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, dan beberapa point lainnya.

Selama ini, Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kab. Matra bertumpuk pada penghasilan dari kelapa sawit, kakao, jeruk, kelapa dalam yang dijadikan kopra.

Menurut Bupati Matra Ir. H. Abdullah Rasyid, MM dari hasil bumi Matra selama ini, tercatat kelapa sawit menjadi penghasil terbesar bagi daerah ini, dengan luas kebun kelapa sawit didaerah ini didaerah ini 57.000 ha, kakao sekitar 35.000 ha. Karena besarnya perkebunan sawit yang dikelola perusahaan-perusahaan besar di Matra, hingga mendirikan sendiri pabrik minyak yang jenis CPO, hingga membangun masing-masing pelabuhan.

Selain perkebunan besar, juga terdapat banyak kelapa dalam, yang diproduksi sendiri masyarakat setempat menjadi kopra, serta sawah, tambak, cengkeh, dan lainnya. Selain dari hasil bumi, Matra juga tetap mengandalkan pendapatannya dari Pajak Bumi dan Bangunan.

Melihat PAD Kab. Matra yang lebih didominasi dari hasil pertanian dan perkebunan, maka dapat dilihat bahwa kepemimpinan H. Abdullah Rasyid dan H. Agus Ambo Djiwa, yang berlatar belakang dari ilmu pertanian, dinilai cocok dan ideal untuk lebih memajukan daerah berpenghasilan pokok dari pertanian dan perkebunan, yang baru membangun setelah memisahkan diri dari Mamuju.

5 Tanggapan to this post.

  1. Posted by rizal jk on Minggu, 26 April 2009 at 3:56 pm

    maju terus pasangkayu…!!!

  2. Posted by Ahmad yani on Sabtu, 18 Juli 2009 at 8:53 am

    pertambangan emas cukup menjanjikan dengan kerja sama yang baik pemerintah,masyarakat dan investor.selama ini masyarakat bekerja sendiri dengan modal wajan dan linggis tanpa peduli dampak lingkungan.

  3. Posted by Ahmad yani on Sabtu, 18 Juli 2009 at 8:57 am

    masyarakat butuh pembinaan dan bantuan pemerintah untuk mengolah emas di kakoro.

  4. Posted by adhibanget on Jumat, 11 September 2009 at 6:09 pm

    klw memang tambang minyak yg rencananya akan didirikan di pasangkayu oleh pt.marathon international,tolong untuk rekrutan karyawannya diumumkan 2 bulan sebelumnya.

  5. Posted by muhammad yusuf on Selasa, 29 September 2009 at 9:15 pm

    mau tanya,…?? saya warga baras matra…!!! tentang rencana pengelolaan batu bara..!!! apa ada di daerah kecamatan bulutaba… desa bukit harapan.. dusun salurindu/how…!!! mohon infonya..terima kasih…

    jaya terus mamuju utara…!!

Tanggapi posting ini